Langsung ke konten utama

Korea? Why do I love it?

Assalamualaikum,
Good morning guys,
Morning? Ya, well ini dini hari sebenernya. Dan aku punya banyak pikiran yang tiba-tiba muncul. Bukan hal yang terlalu penting mungkin, pasalnya topik postingan kali ini yaitu mengenai hobi, kesukaan, dan hal yang selama ini buat aku keliatan “tergila-gila”. Tentang apa?
Well, it’s about K-POP!
Ya, K-POP.
Jadi, suatu waktu ada seseorang yang tanya, “kamu kenapa suka Korea?”. Jujur, waktu itu rasanya aku nggak bisa ngomong apa-apa. Rasanya semua alasan yang selama ini aku simpan tersembunyi dibalik gugupnya aku akan pertanyaan itu (haha, alay kan, ya ini sih gara-gara yang nanya bukan orang biasa wkwk).
Kenapa? Karena apa?
Karena mereka ganteng? Karena oppa-oppa keren sangat?
Ya, ini mungkin salah satu alasannya. Tapi percayalah, tampilan luar cuma bisa menarik sebentar aja. Mereka keren? Ya, mereka keren. Lebih keren dari apa yang ada di wajah mereka.
Salah satu yang aku kagumi dari Korea adalah mereka serius mengembangkan bakat anak-anak remaja di sana. Anak muda yang katanya tonggak bangsa dan negara ini, bener-bener mereka perhatiin minat dan bakatnya.
Group band itu misalnya. Kalau ada yang bilang “Ah, boyband Korea apa sih kayak banci, joget-joget gitu doang, nyanyi juga paling lypsinc”. HAI GUYS, HATI-HATI! Kalian udah ngeremehin kerja keras mereka bertahun-tahun. Jadi boyband di Korea itu nggak segampang jadi boyband di sini, bisa gerak dikit udah buat album. Buat debut jadi boyband di Korea itu butuh training bertahun-tahun. Belajar atur nafas, belajar “teriak” nada tinggi, belajar buat dance energik, dan banyak hal lagi. Kalian nggak pernah tau gimana putus asanya mereka saat impian mereka buat debut nggak segera tercapai, kalian nggak tau gimana rasanya latihan dance ini itu padahal nggak pernah tau kapan bakal tampil di atas panggung, kalian nggak tau gimana rasanya harus latihan hampir 20 jam demi cepet tanggap ngelakuin gerakan dance. Kalian nggak pernah tau. Dari sisi boyband, ini pelajaran yang bisa aku ambil dari mereka. Tiap kali aku nangis, putus asa, bingung setengah mati karena nggak bisa ngerjain tugas.. ketika aku liat mereka, hal yang terlintas di kepalaku “Wah, mereka keren ya.. latihan berjam-jam, capek. Sedangkan aku cuma duduk ngerjain soal aja udah ngeluh, capek apanya?” Dan bagian yang paling memotivasiku justru saat mereka nangis karena pelatih mereka maksa mereka belajar gerakan padahal mereka udah berkali-kali ngelatih gerakan itu, saat itu aku selalu berbisik “Gwenchana, nggak apa2, kamu pasti bisa. Ayo, sedikit lagi pasti bisa.” Dan kalimat ini secara ajaib bisa menguatkanku juga.
Sisi lain, yang aku kagumi dari Korea adalah pendidikan. Wah, jangan ditanya gimana pendidikan di sana. Persaingan ketat. Senggol sana sini. Rebut ini rebut itu. Dosenku pernah bilang, tingkat siswa yang lulus SMA dan masuk PTN di Korea itu sekitar 98%. Dan murid tingkat akhir SMA di sana itu berjuang mati-matian pagi siang malem belajar buat masuk PTN yang mereka pinginin. Saat ujian masuk PTN itu dilaksanakan, wah respect dari masyrakat luar biasa guys. Mereka memperingati hari itu, memberi dukungan dan semangat untuk mereka yang mengerjakan. Keren. Kalau kalian masih suka ngerendahin orang yang lebih dari kalian, hati-hati aja. Mungkin aja, kalian akui atau tidak itu merupakan bentuk iri kalian.
Sisi lain, ini adalah tentang romantisme di Korea. Aku nggak meragukan romantisme dari cowok-cowok Korea. Ini nggak cuma di drama-drama. Memang banyak drama Korea yang ceritanya romantis-romantisan, tapi banyak juga realiti show yang isinya bukan sekedar drama belaka.
Dan terlepas dari kebaikan yang aku ceritain di atas, pastinya banyak juga sisi buruk dari negara ini. Dari k-net yang terkenal pedes banget ucapannya, yang kadang ngeremehin idol juga, ya banyak deh. Nggak mau bahas ini, nggak perlu juga di bahas kan. Masih banyak hal baik yang kudu diperhatiin.
Terlepas dari keburukan itu, intinya Korea inilah negara yang paling menginspirasi. Kenapa kok negara orang? Kenapa nggak negara sendiri yang dijadiin inspirasi? Kan banyak orang sini yang juga hebat.
Ehei, banyak juga kok pemuda pemudi bangsa yang aku kagumi. Cuma yang aku kagumi itu bukan mereka yang seterkenal di tipi tipi. No. Aku udah nggak percaya tipi wkwk. Orang yang aku kagumi itu, banyak dari mereka orang yang pernah aku temui secara langsung, baik dari percakapan kita sehari-hari, motivasi yang selalu mereka berikan, atau bahkan orang yang pernah mengisi seminar-seminar atau acara yang keren.
Well segini dulu yang bisa aku share. Sebenernya masih banyak yang mau aku tulis, tapi sayangnya aku belum seberani itu buat ngungkapin semua pikiran di sini.
Ps: semua yang aku tulis di sini hanya sekedar pengamatan yang terbatas. Karena aku bukan tipe orang yang suka mendalami masalah begini. Masalah baik dan buruk itu cuma bisa aku nilai bergantung waktu-eaktu tertentu.

Dan pada akhirnya tulisan ini menjadi tulisan yang tidak jelas wkwk. Yah, lain kali aku coba buat nulis lebih baik dari ini, maafkan aku guys kalo ada salah kata.

Thanks for reading, <3

Postingan populer dari blog ini

Lights is what I like

Ni Hao,
Kali ini saya ingin share tentang apa yang saya suka nih,
Semua orang pasti punya sesuatu yang disukai kan? Tentu saja. Itu yang membuat kita bahagia di tengah kesedihan.
Nah, salah satu yang saya suka adalah cahaya atau sinar. Cahaya itu sesuatu yang menyala. Selalu bersinar dan indah. Saya suka sekali cahaya. Baik cahaya lampu, cahaya lilin atau bahkan cahaya kunang-kunang.
Semua berawal saat saya sedang membutuhkan banyak motivasi. Disaat-saat tertentu saya seringkali merasa tertekan atau merasa dikejar-kejar sesuatu yang bernama waktu. Saya akui, dulu saya memang seseorang yang mungkin sulit untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Mungkin itu yang membuat saya tertekan. Tetapi, saat ini saya sedang memperbaiki management waktu saya dan Alhamdulillah mulai merubah sikap boros waktu saya. 
Disaat tertekan saya seringkali mencari motivasi, motivasi yang saya bangun dari diri saya sendiri dan dari beberapa motivator atau beberapa idola saya. Saya sering diam di dalam kamar dengan cah…

Dia Bukan Bulan

Dulu aku pikir dia bulan. Ternyata bukan. Dia hanya bias cahaya yang akan pergi menghilang ketika aku mematikan flashku.

Karena bulan bulan tidak akan pernah pergi, jadi kamu bukan bulan.

Aku rasa aku sudah menyia-nyiakan waktuku untuk sebuah bias.

Tapi, aku tidak menyesal. Karena pada akhirnya aku tahu, tidak semua rasa yang menggebu-gebu itu kau butuhkan.

Pada akhirnya, setelah kamu begitu, aku jadi sadar akan banyak tanda.

Pada akhirnya juga aku sadar, air mataku yang pernah jatuh bukan sepenuhnya karenamu atau untukmu.

Penghakimanku terhadap diriku sendiri, pemaksaanku terhadap hatiku sendiri, dan ambisiku untuk menghilangkan trauma -semua kekhilafan yang pernah aku lakukan dulu- aku baru sadar jika air mataku jatuh karena hal-hal itu.

Sekarang, tidak akan seperti itu lagi. The past is in the past. Good bye!

Kita mungkin akan bertemu lagi, tapi hatiku dan caraku memandangmu tidak akan pernah sama seperti dulu. Jadi, Good Bye!