Langsung ke konten utama

The Moon Atomic

Hai!
Happy weekend, friends. :)
Ini weekend terakhir sebelum Final Exam. Sebenarnya aku ingin berbagi banyak hal, tapi karena besok FE, jadi ditunda dulu ya. :D Nah, kali ini aku mau sharing tentang lagu favorit aku dari AVA atau Angel and Airwaves judulnya THE MOON ATOMIC (...FRAGMENTS AND FICTIONS).

Dari judul aja udah menarik (buat aku). Dengerin lagu ini jadi buat aku merasa bahwa aku tidak sendiri. Membuat aku merasa punya teman untuk berbagi banyak hal dan rasanya seperti aku bisa mengungkapkan apa yang tidak bisa aku ungkapkan. :) Sometimes you need one thing to express your feeling, don't you? :) I want to share the lyric for you who want to hear this song too..

Here we are .. 

"The Moon-Atomic (...Fragments And Fictions)"

It's like the day has turned to rust
Like every dreams been sealed shut
Like every door is closed before we've gotten out
As bullets rip the air in two from house to house

We are all that we are, so terribly sorry
We are all that we are, so terribly sorry

The moon you've felt, it has no side
That's dark like hell, or safe from light
Just blown apart, by wind from stars
With white dust tides to pull on ours

The moon you've felt, it has no side
That's dark like hell, or safe from light
Just blown apart, by wind from stars
With white dust tides to pull on ours

I see the crowds their giving way
For some, they're better off that day
The bombs blew off the shells
Their glowing red at burst
The less there is to feel each night upon the earth

We are all that we are, so terribly sorry
We are all that we are, so terribly sorry

The moon you've felt, it has no side
That's dark like hell, or safe from light
Just blown apart, by wind from stars
With white dust tides to pull on ours

The moon you've felt, it has no side
That's dark like hell, or safe from light
Just blown apart, by wind from stars
With white dust tides to pull on ours

The moon you've felt, it has no side
That's dark like hell, or safe from light
Just blown apart, by wind from stars
With white dust tides to pull on ours

The moon you've felt, it has no side
That's dark like hell, or safe from light
Just blown apart, by wind from stars
With white dust tides to pull on ours

cr : http://www.azlyrics.com/lyrics/angelsairwaves/themoonatomicfragmentsandfictions.html

Postingan populer dari blog ini

Korea? Why do I love it?

Assalamualaikum, Good morning guys, Morning? Ya, well ini dini hari sebenernya. Dan aku punya banyak pikiran yang tiba-tiba muncul. Bukan hal yang terlalu penting mungkin, pasalnya topik postingan kali ini yaitu mengenai hobi, kesukaan, dan hal yang selama ini buat aku keliatan “tergila-gila”. Tentang apa? Well, it’s about K-POP! Ya, K-POP. Jadi, suatu waktu ada seseorang yang tanya, “kamu kenapa suka Korea?”. Jujur, waktu itu rasanya aku nggak bisa ngomong apa-apa. Rasanya semua alasan yang selama ini aku simpan tersembunyi dibalik gugupnya aku akan pertanyaan itu (haha, alay kan, ya ini sih gara-gara yang nanya bukan orang biasa wkwk). Kenapa? Karena apa? Karena mereka ganteng? Karena oppa-oppa keren sangat? Ya, ini mungkin salah satu alasannya. Tapi percayalah, tampilan luar cuma bisa menarik sebentar aja. Mereka keren? Ya, mereka keren. Lebih keren dari apa yang ada di wajah mereka. Salah satu yang aku kagumi dari Korea adalah mereka serius mengembangkan bakat anak-anak remaja…

Sweetest Story Ever Written

Kopi itu pahit. Dan romantismu itu seperti kopi. Iya, hanya orang-orang yang memahaminya yang bisa merasakan manisnya. Ya, seperti itu lah kamu.

Kamu, pangeran yang bahkan tidak pernah terbayangkan olehku bagaimana kita bisa saling bertemu. Kamu, orang yang membuat diriku terus mengulang alur dari pengenalan hingga alur kita di saat ini. Kamu, orang yang mengajariku untuk bersabar melihat klimaks dari cerita kita bersama-sama hingga bagaimana akhir dari cerita ini nanti akan ditulis. Kamu... yang berhasil menyita seluruh kekaguman yang pernah aku berikan pada orang lain sebelummu. Kamu... yang pada akhirnya membuatku percaya jika masih ada pangeran baik-baik yang akan menghargai seorang putri  setulus ia menghargai ratunya, ibunya. Tidak seperti kebanyakan yang hanya datang  di saat manis dan pergi di kala bosan. Tapi kamu... mampu mengubah semua pandanganku tentang itu. Kamu yang berani memberi keputusan tapi tidak di atas janji. Kamu yang menyadarkanku bagaimana indahnya rasa suci y…

Dia Bukan Bulan

Dulu aku pikir dia bulan. Ternyata bukan. Dia hanya bias cahaya yang akan pergi menghilang ketika aku mematikan flashku.

Karena bulan bulan tidak akan pernah pergi, jadi kamu bukan bulan.

Aku rasa aku sudah menyia-nyiakan waktuku untuk sebuah bias.

Tapi, aku tidak menyesal. Karena pada akhirnya aku tahu, tidak semua rasa yang menggebu-gebu itu kau butuhkan.

Pada akhirnya, setelah kamu begitu, aku jadi sadar akan banyak tanda.

Pada akhirnya juga aku sadar, air mataku yang pernah jatuh bukan sepenuhnya karenamu atau untukmu.

Penghakimanku terhadap diriku sendiri, pemaksaanku terhadap hatiku sendiri, dan ambisiku untuk menghilangkan trauma -semua kekhilafan yang pernah aku lakukan dulu- aku baru sadar jika air mataku jatuh karena hal-hal itu.

Sekarang, tidak akan seperti itu lagi. The past is in the past. Good bye!

Kita mungkin akan bertemu lagi, tapi hatiku dan caraku memandangmu tidak akan pernah sama seperti dulu. Jadi, Good Bye!