Langsung ke konten utama

"Aku"


Anggap saja yang satu ini bernama “Aku”. Aku itu satu, tapi seperti dua karena di dalamnya terdiri dari dua, ibaratkan saja tali. Yang satu renggang dan tegang. Satu tali renggang yang dapat bergelombang dan satu tali tegang yang tetap lurus –tidak bisa bergelombang. Seandainya mereka mempunyai pemikiran yang sama-sama kuat di dalam satu “Aku”, hubungan keduanya bukan seperti air dan api. Air dan api memang tidak bisa menyatu, tapi air dapat memadamkan api. Hubungan kedua tali itu seperti air dan minyak. Mereka tidak bisa bersatu, tapi mereka dapat saling bersentuhan dengan tetap pada pendiriannya yang kuat. Pemikiran kedua tali itu juga dapat saling bersentuhan, dapat saling mempengaruhi satu sama lain, tapi tidak ada satu pun yang goyah. Dan itu terjadi pada satu “Aku”. Mereka dua pemikiran yang berbeda. Saat bersentuhan, keduanya akan saling bingung. “Aku” lebih bingung. Sayangnya keduanya memang selalu bersentuhan. Aku pikir hubungan antara air dan api itu jauh lebih baik dari hubungan antara air dan minyak.

Mungkin suatu kesalahan untuk tidak membiarkan dirimu mendengar apa yang ada di dalam sana. Dia, bahkan tali tegang itu pun mengakui jika dia spesial. Tapi pengetahuanmu tentangnya membuat trauma yang ada tetap seperti itu. 

Postingan populer dari blog ini

Sweetest Story Ever Written

Kopi itu pahit. Dan romantismu itu seperti kopi. Iya, hanya orang-orang yang memahaminya yang bisa merasakan manisnya. Ya, seperti itu lah kamu.

Kamu, pangeran yang bahkan tidak pernah terbayangkan olehku bagaimana kita bisa saling bertemu. Kamu, orang yang membuat diriku terus mengulang alur dari pengenalan hingga alur kita di saat ini. Kamu, orang yang mengajariku untuk bersabar melihat klimaks dari cerita kita bersama-sama hingga bagaimana akhir dari cerita ini nanti akan ditulis. Kamu... yang berhasil menyita seluruh kekaguman yang pernah aku berikan pada orang lain sebelummu. Kamu... yang pada akhirnya membuatku percaya jika masih ada pangeran baik-baik yang akan menghargai seorang putri  setulus ia menghargai ratunya, ibunya. Tidak seperti kebanyakan yang hanya datang  di saat manis dan pergi di kala bosan. Tapi kamu... mampu mengubah semua pandanganku tentang itu. Kamu yang berani memberi keputusan tapi tidak di atas janji. Kamu yang menyadarkanku bagaimana indahnya rasa suci y…

Logika dan Cinta

Aku melemah. Otak ku melemah. Tidak ingin bekerja. Berhenti. Semua logika ku lumpuh, pemikiranku tumpul. Hati enggan bekerja sama dengan logika. Keduanya saling bertentangan. Melawan satu sama lain. Hati tertuju pada satu fokus. Otak mulai mengikuti. Bagian yang lain menghalangi. Otak berhenti dan tidak mau lagi mengikuti hati. Hati memaksa. Mereka benar benar bertengkar karena dua tujuan fokus yang berbeda. Cinta melumpuhkan logika. Logika melawan. Masa depan, cita-cita, harapan, keinginan, Semua tidak bisa direlakan. Semua harus tetap dipertahankan dan dicapai. Aku tidak suka apa pun yang melumpuhkan logika. Semua karena kau,
Aku mencoba memahami rasa ini.
Perlahan aku bisa menerimanya
*A

Korea? Why do I love it?

Assalamualaikum, Good morning guys, Morning? Ya, well ini dini hari sebenernya. Dan aku punya banyak pikiran yang tiba-tiba muncul. Bukan hal yang terlalu penting mungkin, pasalnya topik postingan kali ini yaitu mengenai hobi, kesukaan, dan hal yang selama ini buat aku keliatan “tergila-gila”. Tentang apa? Well, it’s about K-POP! Ya, K-POP. Jadi, suatu waktu ada seseorang yang tanya, “kamu kenapa suka Korea?”. Jujur, waktu itu rasanya aku nggak bisa ngomong apa-apa. Rasanya semua alasan yang selama ini aku simpan tersembunyi dibalik gugupnya aku akan pertanyaan itu (haha, alay kan, ya ini sih gara-gara yang nanya bukan orang biasa wkwk). Kenapa? Karena apa? Karena mereka ganteng? Karena oppa-oppa keren sangat? Ya, ini mungkin salah satu alasannya. Tapi percayalah, tampilan luar cuma bisa menarik sebentar aja. Mereka keren? Ya, mereka keren. Lebih keren dari apa yang ada di wajah mereka. Salah satu yang aku kagumi dari Korea adalah mereka serius mengembangkan bakat anak-anak remaja…