Langsung ke konten utama

I am story of my life Episode 4

I am story of my life
Episode 4
Cinta ini gue awali dengan sebuah pendekatan dan diakhiri dengan sebuah penyesalan, ini semua dibuat karena ini spesial untuk mengulas bahwa gue pernah pacaran. Seenggaknya biar orang-orang mulai tau kalo gue bukan jomblo sejati dan pernah terjun kedunia percintaan.
            Cinta sama seseorang gak salahkan ? tapi bagaimana kalo cinta-cintaannya berlebihan, jangan pernah dicobain dah kalo berlebihan. Karena semua yang berlebihan itu tidak baik, tidak lebih kurang seperti ALAY. Jujur gue gak suka banget sama alay, liat rambutnya aja udah geli. Bisa panjangnya nyampek tu mata ketutupan, untung aja gue belum pernah liat anak alay buka baju. Mungkin jika baju anak alay dibuka ke-alay-annya akan jelas terlihat dan mungkin melebihi alaynya rambut anak itu. Pasti tu bulu ketek anak alay kemana-mana kalo dibuka bajunya. Liat anak alay buka baju kayak liat kelelawar mengepakkan sayapnya, hitam-hitam pekat sekali.
            Tersadar dengan apa yang telah gue alami, ternyata gue udah banyak kali sakit hati. Tapi gue udah bangun dari semua pahit dan getirnya mimpi itu. Pernah pengalaman cinta-cintaan gue ukir dicerita episode pertama dan itu sekaligus cinta pertama gue. Sekarang adalah pengalaman cinta gue yang kedua kalinya, tepat tiga bulan setelah putus sama mantan dengan alasan yang sangat bodoh yaitu “gue mau fokus sama UN dulu ya”. Dan penyesalan pun terjadi sehingga gue ngejomblo tiga bulan itu juga. Beralih ke cewek lain itu hal yang lumrah tetapi gue gak kepikiran waktu itu “never mind”. Ada sih sempet satu cewek gue sukain tetapi jutek banget cewek itu inisialnya si L, jadi enggak suka lagi. Cinta serta cerita ini berawal saat gue selesai Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama. Kemudian gue sama tuh cewek-cewek yang inisialnya si L, Z, dan Y  daftar di satu SMA yang sama. Gue kenal sama si Z pas ada cewek lain suka sama gue. Cewek yang suka sama gue adalah si Y. Tetapi gue gak demen sama si Y. Entah kenapa gue minta nomer si L karena gue demennya sama si L dari si Z. Awalnya gue cuma iseng-iseng buat minta nomernya si L tapi pas gue sms ternyata begitu. Terlalu jutek si L tentunya cuek dan jadi bebek atau jutek cuek bebek dan gue tinggalin deh tu si cuek bebek. Terus tanpa sengaja gue di sms in terus sama si Y dan si Z ngomong kalo si Y suka sama gue. Karena pengen comblangin sama si Y terus selama dua hari gue sms an sama si Z. Ternyata ada rasa dibalik sumber cerita, selama dua hari itu gue jadi suka sama si Y. Gue coba nembak dia terus dia jawab. ENGGAK, enggak mau nolak. Emang cinta tidak kemana, akhirnya gue pacaran deh sama si Z. Si Z cinta kedua gue, tapi sayang gue dulu orangnya mudah terbakar oleh api cemburu. Dia deket sama cowok lain, sehingga terjadilah masalah yang cukup rumit antara cowok itu dengan gue. Padahal gue pacarannya sama si Z tapi kenapa bisa marahannya sama cowok itu. Memang cinta segitiga datang kepadaku. Gue jadi semakin bingung harus milih si Z atau cowok itu.
            Ngomongin tentang cewek juga harus ngomongin tentang berapa kali gue pernah pacaran. Gue pernah cintanya sama cewek sepuluh kali tapi pacarannya cuma empat kali, yang sisanya entah pada ngabur kemana. Cewek gue yang ketiga, maksudnya mantan cewek yang ketiga. Orangnya cantik, manis, dan perhatian sama gue.Tiap malemnya gue selalu tanya sama dia, tentang hari-harinya dia, dia lagi ngapain, kemaren tidur jam berapa, semua tentang kepribadiannya dia. Cuma ada satu pertanyaan yang mungkin kelewat waktu itu. pertanyaannya gini,” kita mau putus tanggal berapa ya say?”. Gue panggil dia dengan sebutan say, sayton. Dalam bahasa arab artinya setan. Gue panggil gue gitu kenapa karena jadi mudah terhasut oleh bujukannya, beliin jam ini dong, yang merah bagus tuh, temenin aku belanja ya. Mirip kayak setankan? Tapi ada alasan lain gue panggil dia dengan sebutan say. Karena dulunya bapaknya tukang jual sayur, terus pas lagi dagang, lagi teriak-teriak, terus karena gue jauh makanya cuma kedengaran kata “ SAY “-nya aja. Hingga akhirnya gue putus sama dia tanpa sebab yang jelas kita putus. Dan sekarang udah enggak akur lagi.
            Gue pacaran emang gampang dan cepet putus, tapi beda sama perjalanan gue nyari dan ngejer cinta itu enggak akan pernah putus. Cinta itu dua tiga hari bisa dapet. Apa lagi nyari musuh satu jam aja bisa dapet dua puluh lebih. Tapi tenang aja gue anaknya cinta damai. Gue punya prinsip kalo urusan musuh dan teman, kita boleh punya musuh 1,2,3 doang, tapi kalo temen kita harus punya 1,2,3,4,5,,6,7,..., hingga huruf S tertidur (tak terhingga). Teman itu bagaikan sebuah pengalaman yang harus dicari keberadaannya. Gak ada temen berarti enggak ada pengalaman itu persamaannya. Gue jadi anak gak mau bertingkah, banyak janji, tapi ya tetap harus banyak temen. Temen gue gak banyak sih cuma ada 200, 200 faktorial maksudnya. Lo semua pasti udah pada tau kan 200 faktorial itu berapa, kalo adek-adek sd pasti belum pada tau. 200 faktorial itu setara dengan 1x2x3x4x...x200. Ilmu nih sekarang yang gue ajarin. Tapi temen yang 200 faktorial itu temen yang pernah gue kenal aja dari kecil, temen bapak, temen ibu, temen adek, temen dari temen adek, dan yang lainnya.
            Capek gue nulis terus dibayar kagak dihina ia. Tulisan ini emang hina dan pantas ditertawakan, sama kayak orangnya.
Gue heran sama pekerjaan-pekerjaan orang sekarang. Gue paling heran sama orang yang kerjaannya jadi komedian. Orang diatas panggung ngobrol-ngobrol terus dihina oleh penonton dengan cara ditertawakan. Karena salah satu penghinaan itu dengan cara menertawakan. Salah apa orang-orang itu. kecuali kalo penonton sama komedian lagi marahan baru boleh saling menghina, saling ngetawain satu sama lain gitu.
Terus ada lagi pekerjaan yang masih ada hubungannya dengan komedi yaitu stand up man kayak kak Radith, mereka berdiri ngomong sendiri kayak orang gila. Dan gue paling anehnya sama si penonton kenapa mereka menghinanya cuma diketawain doang, kenapa enggak dengan cara ditimpukin batu, apa dihukum rajam gitu. Maaf bagi stand up man.
Satu lagi yang paling fenomenal pekerjaan ini hingga jadi sebuah acara tv, pekerjaannya itu pemancing. Kan ada tuh acara tv mancing, mancing, ehmmm. Gue lupa, pokoknya aneh banget deh. Mereka jauh-jauh naik kapal ketengah-tengah lautan diterjang ombak dilautan, balapan sama ikan hiu, kejer-kejeran maksudnya. Dia ngelakuin itu cuma buat bersenang-senang ria dapet ikan. Ikan yang dapet itu cuma satu, emangnya di pasar enggak ada ikan apa sampai-sampai mereka rela menunggu hingga jenggotan dan memutih buat dapet satu ikan. Coba dia nyari di pasar empat menit juga udah dapet sepuluh ikan. Apa lagi yang paling buat gue semakin jengkel, abis mereka orang dapet satu ikan, ikannya itu dibuang lagi ke laut. Emang dengan cara dibuang gitu ikannya bisa langsung nyampek rumah apa? Kecuali kalo di laut itu dipasang pintu ruang dimensi yang bisa mindahin ke rumah langsung, gue percaya. Kayak pintu ajaibnya Doraemon.
            Ngomongin tentang Doraemon, menarik minat gue untuk ngebahasnya. Gue masih bingung kenapa Doraemon itu dalam wujud kucing. Kenapa enggak gajah aja, kan itu kucing gemuk banget. Terus gue bingung kenapa kok dia badannya bisa bulet-bulet gitu? Dikasih makan bola kali dimasa depan. Dan satu yang terakhir pertanyaan yang mendasar sebagai penutup ini cerita singkat. Coba si Doraemon dengan teman-temannya dari masa depan tawuran dan adu kesaktian sama dukun-dukun dari Indonesia, menang mana? Mereka kan sama-sama sakti.
“Kadang melucu itu tidak harus memiliki wajah yang imut dan unyu-unyu tapi orang yang memiliki wajah yang sangar dan nada yang datar pun dapat lebih lucu dari pada seorang komedian”.
ALVIAN OCTAVIANDI
31 AGUSTUS 2013


Pos populer dari blog ini

Epic Dream

Mimpi. Mereka bilang, jika kau bermimpi tentang seseorang, maka jiwamu sedang bertemu dengan jiwa seseorang yang kau mimpikan. Sebagian lainnya mengatakan, jika kau memimpikan seseorang, itu pertanda seseorang yang kau mimpikan itu sedang memikirkanmu sebelum ia terlelap.

Banyak sekali yang mereka katakan tentang mimpi. Bermimpi dan dimimpikan. Bagiku, mimpi adalah sebuah perjalanan bersejarah yang tidak pernah bisa aku ungkapkan secara menyeluruh. Tidak bisa aku siratkan maksudnya meskipun aku berkata secara gamblang. Bagiku, cerita-cerita itu tetap terkubur dalam bersama perasaanku, meskipun aku telah membaginya. 
Mimpi seolah menjadi jejak, menjadi potongan-potongan kisah kita yang belum pernah terwujud. Belum. Dan aku tidak pernah tau, mungkinkah ini akan terwujud? Mungkinkah? Sedang kita terpisah jarak bermil-mil jauhnya. Terpisah rentang waktu yang juga mendukung jarak pisah kita. Juga, Haru, semua seolah mendukung jarak yang entah jauh, entah sangat dekat.
Mimpi. Bagaimana kita…

Hujan

Hujan. Ini bukan tentang apa yang kamu suka, bukan juga tentang apa yang aku suka.  Tapi, ini ini tentang apa yang kita suka. Hujan. Kau tau? Aku tidak membenci hujan, meski hujan membuatku basah kuyub. Aku tidak juga membenci hujan, meski kadang kedatangannya bersama petir yang aku takuti.
Aku menyukai hujan jauh sebelum aku mengenalmu. Bagiku, hujan itu seperti rintikkan semangat yang turun untuk terkabulnya harapan dan cita-citaku. Ya, semangatku bukan teriknya matahari. Tapi, hujan yang turun dengan damainya ke tanah atau jalanan yang aku tapaki.
Aku masih menyukai hujan hingga aku mengenalmu dan perlahan memahami.  Perlahan paham jika hujan juga sudah merebut tempat di hatimu.
Aku tidak tau tentang apa yang membuatmu menyukai hujan.  Aku tidak tau tentang apa yang kau sukai dari hujan.  Aku masih tidak tau tentang 'hujan dan kamu'.
Aku tidak pernah membenci hujan. Sejak saat itu. Sejak aku pertama kali jatuh cinta pada gelapnya awan. Tetap tidak, saat aku mengenalmu. Dan …

Sweetest Story Ever Written

Kopi itu pahit. Dan romantismu itu seperti kopi. Iya, hanya orang-orang yang memahaminya yang bisa merasakan manisnya. Ya, seperti itu lah kamu.

Kamu, pangeran yang bahkan tidak pernah terbayangkan olehku bagaimana kita bisa saling bertemu. Kamu, orang yang membuat diriku terus mengulang alur dari pengenalan hingga alur kita di saat ini. Kamu, orang yang mengajariku untuk bersabar melihat klimaks dari cerita kita bersama-sama hingga bagaimana akhir dari cerita ini nanti akan ditulis. Kamu... yang berhasil menyita seluruh kekaguman yang pernah aku berikan pada orang lain sebelummu. Kamu... yang pada akhirnya membuatku percaya jika masih ada pangeran baik-baik yang akan menghargai seorang putri  setulus ia menghargai ratunya, ibunya. Tidak seperti kebanyakan yang hanya datang  di saat manis dan pergi di kala bosan. Tapi kamu... mampu mengubah semua pandanganku tentang itu. Kamu yang berani memberi keputusan tapi tidak di atas janji. Kamu yang menyadarkanku bagaimana indahnya rasa suci y…