Langsung ke konten utama

I am story of my life Episode 3

I am story of my life
Episode 3
Garing-garing, galau-galau, modus-modus, emang dasar jomblo. Tapi emang sih gue akui jomblo itu emang membahagiankan hidup gue, tapi... kadang-kadang hidup gue ada yang terasa kurang. Kurang miris dikit, diiris pake pisau apa diiris pake gergaji gitu.
                Akhir-akhir detik ini gue sering merasa sakit, iya sih sakitnya gak seberapa tapi luka nya bisa sampe tiga-empat  jam, kalian fikir aja coba pake kemampuan ilmu matematika otak masing-masing, jika gue sakitnya dua detik, lukanya bisa sampai sekitaran dua setengah jam an kalo dirata-rata. Jadi, apa yang terjadi jika gue sakitnya sepuluh? Sepuluh jam?  Berapa lama luka gue? Kemampuan ilmu matematika sederhana mungkin gak bisa memecahkan berapa lama luka gue, apa lagi kalo kalian masih anak SD apa lagi SMP dan anak-anak SMA aja mungkin bisa nangis kalo ini soal keluar di Ujian Nasional. Tapi gue udah tanya pertanyaan ini ke anak TK dan mereka semua bisa nyelesain soal ini tanpa mikir. Survei gue telah membuktikan ‘sepuluh dari tujuh anak’ TK menjawab dengan benar. Sisa tiga anak itu adalah ilegal. Gak apa-apalah ilegal itu lebih murah dari pada yang legal. Jawabannya simpel lukanya satu detik juga udah ilang, memang anak TK itu lebih pintar dari pada anak SD,SMP, dan SMA. Pasti nilai Ujian Nasional anak TK itu adalah 103. Seratus tiga ? ya jelas lah yang tiga itu ilegal dan lebih murah. Ilegal? Lebih murah? Lebih beresiko pastinya.
            Gue punya prinsip-prinsip hidup yang simpel terhadap pertanyaan yang diajukan temen-temen ke gue. Salah satu prinsip yang paling paten yaitu “pertanyaan-pertanyaan susah kalo dipikir, pasti kita gak bisa jawabnya apalagi kalo kita gak mengerti pertanyaan itu apa maksudnya, mendingan jawab aja dengan kata “enggak tau, pikir aja sendiri, gue sibuk selalu” pasti temen kita langsung pergi dan gak tanya-tanya lagi”. Gimana? Simpelkan? Hidup gue emang terkesan simpel. Temen-temen gue aja ngakui semua itu. Gue emang gak pernah salah pilih temen kayak mereka. Pernah gue disuruh sama guru buat menggambar hal yang seunik-unik mungkin dan gue menggambar lapangan sepak bola. Si guru itu malah marah ke gue dan temen temen malah ngetawain gue, dasar mereka enggak ngerti yang namanya seni. Temen-temen gue terus tanya ke gue hidup lo simpel bnget sih? Terus gue jawab dengan logat yang agak kasar dan songong. Apa yang salah dari gambar gue? tadi ada yang abis maen bola gambar lapangan itu. Beneran tadi ada yang maen disana, kalok gak percaya tanyain sana ke pemain Spayol yang abis maen bola, itu juga ada bagian yang rumputnya gompel. Gara-garanya pemain Spanyol itu bawa sapi sambil maen bola, emang sih di iket ditiang gawang jadinya pemain lawan takut semua dan mereka menang dengan skor (1,3: 0). 0,3 nya ilegal dan lebih murah. Memang kalo kita hidup harus agak simpel dan harus sangat maksimal, tetapi kalo bicara tentang mimpi atau berkhayal harus lebih luas melebihi luasnya rumput di Gelora Bungkarno. Jadi keinget waktu gue sering ngkhayal terus. Begini ceritanya:
            “ mblo, (panggil seekor temen gue), ‘kalian semua udah pada pasti tau kan kalo manusia yang punya buntut atau ekor pasti gendernya laki-laki’.
‘apa?’
“Mimpi apa semalem?”
‘oh khayalin apa maksudnya?’
“iya itu maksudnya”
‘gue coba mikirin dapet cewek cantik’
“wah, kebetulan. Gue punya pandangan mblo” (MODUS)
            Kami pun buat kesepakatan, bahwa dia harus bantuin gue dapetin cewek itu. akhirnya gue ngikutin saran-saran yang telah dia ajarin beserta training-trainingnya. Kebetulan nama temen yang bantuin gue namanya sama kayak gue “Vian” namanya. Terus dia lebih ganteng dari pada gue, serta lebih cool dan tinggi dari pada gue. hingga gue disaranin untuk kenalan sama dia, dan terus gue dikasih nomer hp-nya serta nama facebooknya dia. Kebetulan nama cewek itu gak beda tipis namanya kayak gue. kalo nama gue Vian, nama dia Vina dan kalok gue bisa dapetin dia terus gue nikah sama dia, terus punya anak. Gue kasih nama anak itu Anna, singkatan nama gue dan dia, Vian, Vina. Gue pun coba deketin ini cewek, gue masih inget awal kali kita chat.
“hai cewek,
‘hai,
“boleh kenalan enggak?
‘leh
“nama gue Vian, nama lo?
‘Vina, blagu banget sih pake lo, gue, lo, gue
‘lo Vian yang ganteng itu apa yang Vian yang bantet?
Off
            Gue merasa terhina banget malem itu, tapi gue selalu berdoa dan berusaha untuk mendapatkan apa yang gue mau. Hingga suatu ketika gue deket banget sama dia, karena waktu itu sempet gue bohong sama dia.

On
yang ganteng dong. (MODUS)
Off

Dan si Vina akhirnya percaya sama gue. Tapi kita deket cuma lewat dumay dan sms. Ketika ketemuan cuma bisa liat Vian yang ganteng beneran ngobrol, duduk bareng, gandengan tangan. Gue liatin mereka dari balik pohon beringin sambil meluk tu pohon. Romantis banget kalok ketemuan. Hingga pada akhirnya gue nembak dia lewat sms dan dia PHP-in gue,
“Vin, menurut gue kita udh sngat dket
Bnget. Lo mw gak jd pcar gue?
                                                     Dari: <08566477xxx9> Vian
‘maaf sblumnya an, gue gak mau jd pcar
lo. Krna kmu tau sndiri kmu udh pnya pacar.
Dari: <08576900xxx6> V!n4
            Kebetulan waktu itu si Vian yang ganteng udah punya pacar dan akhirnya gue ngaku kalo gue Vian yang bantet.
“gue mau ngaku, sbenernya gue
Vian yang bantet.
Dari: <08566477xxx9> Vian
‘gue jg mau ngaku bahwa ini tu
Vian tmen lo. Vina itu gak ada
dia Cuma khayalan doang. Wkwkwk
dari: <08576900xxx6> V!n4

           
ckckkckckckckckckckkckck
.></.!#$^#$%@#$%^&%$%&^^&@#@$^##%^&)(*_)&^$@$^##%$%&%&#%@
            Gue merasa dikhianati waktu itu sama temen gue sendiri. Emang beginilah jadi orang yang senang berkhayal, sampe-sampe dikhayalin sama temen gue sendiri. Emang sih aktivitas mengkhayal itu enggak dilarang sama pemerintah. Gue jadi merasa punya pengalaman bahwa gue pernah ditolak sama pacar khayalan gue. memang Vina itu cewek khayalan yang pernah nolak gue. akhirnya gue tancepin pedang diatas kuburan dan kenangan mengenai Vina, aslinya gue gak mau cerita tapi malah keceplosan. Gak panjang sih emang ceritanya sama si Vina, tapi itu semua kenangan terindah bagiku.
“Don’t thing that he or she is our last true love, but think our true love is a bridge to love the other true love. Fikirkanlah bahwa cinta itu tidak pernah berhenti.”

ALVIAN OCTAVIANDI

29 AGUSTUS 2013

Postingan populer dari blog ini

Korea? Why do I love it?

Assalamualaikum, Good morning guys, Morning? Ya, well ini dini hari sebenernya. Dan aku punya banyak pikiran yang tiba-tiba muncul. Bukan hal yang terlalu penting mungkin, pasalnya topik postingan kali ini yaitu mengenai hobi, kesukaan, dan hal yang selama ini buat aku keliatan “tergila-gila”. Tentang apa? Well, it’s about K-POP! Ya, K-POP. Jadi, suatu waktu ada seseorang yang tanya, “kamu kenapa suka Korea?”. Jujur, waktu itu rasanya aku nggak bisa ngomong apa-apa. Rasanya semua alasan yang selama ini aku simpan tersembunyi dibalik gugupnya aku akan pertanyaan itu (haha, alay kan, ya ini sih gara-gara yang nanya bukan orang biasa wkwk). Kenapa? Karena apa? Karena mereka ganteng? Karena oppa-oppa keren sangat? Ya, ini mungkin salah satu alasannya. Tapi percayalah, tampilan luar cuma bisa menarik sebentar aja. Mereka keren? Ya, mereka keren. Lebih keren dari apa yang ada di wajah mereka. Salah satu yang aku kagumi dari Korea adalah mereka serius mengembangkan bakat anak-anak remaja…

Lights is what I like

Ni Hao,
Kali ini saya ingin share tentang apa yang saya suka nih,
Semua orang pasti punya sesuatu yang disukai kan? Tentu saja. Itu yang membuat kita bahagia di tengah kesedihan.
Nah, salah satu yang saya suka adalah cahaya atau sinar. Cahaya itu sesuatu yang menyala. Selalu bersinar dan indah. Saya suka sekali cahaya. Baik cahaya lampu, cahaya lilin atau bahkan cahaya kunang-kunang.
Semua berawal saat saya sedang membutuhkan banyak motivasi. Disaat-saat tertentu saya seringkali merasa tertekan atau merasa dikejar-kejar sesuatu yang bernama waktu. Saya akui, dulu saya memang seseorang yang mungkin sulit untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Mungkin itu yang membuat saya tertekan. Tetapi, saat ini saya sedang memperbaiki management waktu saya dan Alhamdulillah mulai merubah sikap boros waktu saya. 
Disaat tertekan saya seringkali mencari motivasi, motivasi yang saya bangun dari diri saya sendiri dan dari beberapa motivator atau beberapa idola saya. Saya sering diam di dalam kamar dengan cah…

Dia Bukan Bulan

Dulu aku pikir dia bulan. Ternyata bukan. Dia hanya bias cahaya yang akan pergi menghilang ketika aku mematikan flashku.

Karena bulan bulan tidak akan pernah pergi, jadi kamu bukan bulan.

Aku rasa aku sudah menyia-nyiakan waktuku untuk sebuah bias.

Tapi, aku tidak menyesal. Karena pada akhirnya aku tahu, tidak semua rasa yang menggebu-gebu itu kau butuhkan.

Pada akhirnya, setelah kamu begitu, aku jadi sadar akan banyak tanda.

Pada akhirnya juga aku sadar, air mataku yang pernah jatuh bukan sepenuhnya karenamu atau untukmu.

Penghakimanku terhadap diriku sendiri, pemaksaanku terhadap hatiku sendiri, dan ambisiku untuk menghilangkan trauma -semua kekhilafan yang pernah aku lakukan dulu- aku baru sadar jika air mataku jatuh karena hal-hal itu.

Sekarang, tidak akan seperti itu lagi. The past is in the past. Good bye!

Kita mungkin akan bertemu lagi, tapi hatiku dan caraku memandangmu tidak akan pernah sama seperti dulu. Jadi, Good Bye!