Langsung ke konten utama

THE OPERA [CAST PROLOG]


CAST PROLOG

By : Me (Risna R.)

Sorot mata yang tajam namun lembut. Wajah seputih salju. Rambut hitam berkilau. Sebuah simbol di tangan kiri yang bersinar ketika alam bawah sadar bekerja. Sayap besar putih, senada dengan kulit, wajah dan baju mereka. Kaki jenjang nan tinggi. Mata biru abu indah yang tidak akan bisa manusia lihat. Hanya ke-empat belas keturunan yang telah diceritakan yang memilikinya. Keindahan tubuh mereka selalu tertutup jubah panjang putih. 
Manusia tidak akan menemui mereka dalam bentuk indah itu. Terkecuali manusia terpilih dan musuh terselubung mereka. Kemampuan menyamarnya sangat kuat. Wujud yang dimilikinya dapat berubah bahkan melebihi kecepatan cahaya demi menyesuaikan diri mereka dengan alam manusia. Ini alasan manusia tidak akan melihat wujud indah mereka yang sebenarnya.
Tetapi, manusia bisa mengenali makhluk ini melalui simbol  yang persis sama dengan tanda di tangan kirinya. Tentu saja tidak akan mudah. Simbol yang mereka miliki akan menghilang dari tangan kiri lalu muncul di bagian kepala mereka, tertutupi helaian hitam yang lebih tebal dari benang.
Harta mereka merupakan magic. Mereka bebas memainkan magic, tetapi tidak untuk di bumi, di alam manusia. Kekuatan magic mereka akan melemah.
Ketika emosi mereka bermain, musik akan mengiringinya. Tubuh mereka bergerak seirama nada-nada musik. Akan baik-baik saja selama emosi dikendalikan mereka. Berbahaya saat sebaliknya, saat emosi yang mengendalikan mereka.
Mata indah biru abu nan indah segera berubah menjadi biru laut yang tidak akan ada yang sanggup menatapnya. Lebih dari itu, mereka tidak akan mengenali diri mereka, melakukan kehendak dari emosi mereka masing-masing. Mereka tidak akan sadar sedang berbuat apa. Emosi mereka mengontrol semuanya. Semua yang ada pada mereka. Ini berbahaya, sangat berbahaya.
Syaraf kemarahan mereka mati saat mereka tersadar, tetapi emosi kuat yang mengendalikan mereka akan membangkitkan syaraf-syaraf tersebut. Saat  itu terjadi, roh mereka seperti tertidur, tetapi jiwa mereka memberontak, mengeluarkan sihir-sihir berbahaya yang mematikan. Tidak akan terjadi seperti ini jika tidak ada yang memancing emosi paling berbahaya yang dapat mengontrol mereka itu. Berhati-hatilah atau kalian akan mati.
Itu bukan mereka. Bukan mereka yang berbahaya, tetapi emosi itu.
Empat belas keturunan yang kalian kenal adalah empat belas keturunan berhati malaikat. Mereka sangat lembut, lebih lembut dari kapas. Sopan santun yang mereka punya lebih baik dari siapa pun. Mereka memiliki kepekaan hati yang takterkira.
Mereka tidak akan melakukan apa pun yang membahayakan dalam alam sadar mereka. 




~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Postingan populer dari blog ini

Sweetest Story Ever Written

Kopi itu pahit. Dan romantismu itu seperti kopi. Iya, hanya orang-orang yang memahaminya yang bisa merasakan manisnya. Ya, seperti itu lah kamu.

Kamu, pangeran yang bahkan tidak pernah terbayangkan olehku bagaimana kita bisa saling bertemu. Kamu, orang yang membuat diriku terus mengulang alur dari pengenalan hingga alur kita di saat ini. Kamu, orang yang mengajariku untuk bersabar melihat klimaks dari cerita kita bersama-sama hingga bagaimana akhir dari cerita ini nanti akan ditulis. Kamu... yang berhasil menyita seluruh kekaguman yang pernah aku berikan pada orang lain sebelummu. Kamu... yang pada akhirnya membuatku percaya jika masih ada pangeran baik-baik yang akan menghargai seorang putri  setulus ia menghargai ratunya, ibunya. Tidak seperti kebanyakan yang hanya datang  di saat manis dan pergi di kala bosan. Tapi kamu... mampu mengubah semua pandanganku tentang itu. Kamu yang berani memberi keputusan tapi tidak di atas janji. Kamu yang menyadarkanku bagaimana indahnya rasa suci y…

Logika dan Cinta

Aku melemah. Otak ku melemah. Tidak ingin bekerja. Berhenti. Semua logika ku lumpuh, pemikiranku tumpul. Hati enggan bekerja sama dengan logika. Keduanya saling bertentangan. Melawan satu sama lain. Hati tertuju pada satu fokus. Otak mulai mengikuti. Bagian yang lain menghalangi. Otak berhenti dan tidak mau lagi mengikuti hati. Hati memaksa. Mereka benar benar bertengkar karena dua tujuan fokus yang berbeda. Cinta melumpuhkan logika. Logika melawan. Masa depan, cita-cita, harapan, keinginan, Semua tidak bisa direlakan. Semua harus tetap dipertahankan dan dicapai. Aku tidak suka apa pun yang melumpuhkan logika. Semua karena kau,
Aku mencoba memahami rasa ini.
Perlahan aku bisa menerimanya
*A

Korea? Why do I love it?

Assalamualaikum, Good morning guys, Morning? Ya, well ini dini hari sebenernya. Dan aku punya banyak pikiran yang tiba-tiba muncul. Bukan hal yang terlalu penting mungkin, pasalnya topik postingan kali ini yaitu mengenai hobi, kesukaan, dan hal yang selama ini buat aku keliatan “tergila-gila”. Tentang apa? Well, it’s about K-POP! Ya, K-POP. Jadi, suatu waktu ada seseorang yang tanya, “kamu kenapa suka Korea?”. Jujur, waktu itu rasanya aku nggak bisa ngomong apa-apa. Rasanya semua alasan yang selama ini aku simpan tersembunyi dibalik gugupnya aku akan pertanyaan itu (haha, alay kan, ya ini sih gara-gara yang nanya bukan orang biasa wkwk). Kenapa? Karena apa? Karena mereka ganteng? Karena oppa-oppa keren sangat? Ya, ini mungkin salah satu alasannya. Tapi percayalah, tampilan luar cuma bisa menarik sebentar aja. Mereka keren? Ya, mereka keren. Lebih keren dari apa yang ada di wajah mereka. Salah satu yang aku kagumi dari Korea adalah mereka serius mengembangkan bakat anak-anak remaja…