Langsung ke konten utama

Night Dream


Dewa langit menghitamkan tubuhnya. Ia mengusir matahari dari dirinya sejak berjam-jam lalu. Tubuhnya makin menghitam.
Aku pun mengusir cahaya terang dalam ruangan kecilku. Aku terbaring dalam ranjang hitamku. Berselimut dalam kain tebal hitamku. Kedua bola putih dengan lingkaran hitamku mulai melemah. Pelupuknya sudah terpejam. Aku pergi dalam kegelapan.
Penguasa akalku mulai melakukan aktifitasnya. Ia berjalan keluar dari tubuhku. Raja mimpi memanggilnya. Permaisuri obsesi menunggunya di istana yang sama dengan Raja mimpi.
Penguasa akal bebas pergi selama sang rembulan masih menampakkan wajahnya. Sebelum sang matahari merebut kembali posisinya dari sang rembulan. Penguasa akal bersama Raja Mimpi bebas memainkan pertunjukan seni musikalnya. Permaisuri Obsesi tidak akan mau duduk diam dalam singgahsananya saat ini. Seni musikal ini terlalu menarik untuk dilewatkan.
Ketika seni musikal dimulai, Penguasa akal, Raja mimpi, dan permaisuri obsesi akan memainkan perannya masing-masing. Dalam kegelapan mereka menyalakan music mereka. Mereka bermain dalam kegelapan. Cahaya tidak akan datang sebelum mereka bersungguh-sungguh memainkan peran.
Aku menghela napas panjang dalam tidurku. Mimpi indah akan segera dimulai.





Postingan populer dari blog ini

Sweetest Story Ever Written

Kopi itu pahit. Dan romantismu itu seperti kopi. Iya, hanya orang-orang yang memahaminya yang bisa merasakan manisnya. Ya, seperti itu lah kamu.

Kamu, pangeran yang bahkan tidak pernah terbayangkan olehku bagaimana kita bisa saling bertemu. Kamu, orang yang membuat diriku terus mengulang alur dari pengenalan hingga alur kita di saat ini. Kamu, orang yang mengajariku untuk bersabar melihat klimaks dari cerita kita bersama-sama hingga bagaimana akhir dari cerita ini nanti akan ditulis. Kamu... yang berhasil menyita seluruh kekaguman yang pernah aku berikan pada orang lain sebelummu. Kamu... yang pada akhirnya membuatku percaya jika masih ada pangeran baik-baik yang akan menghargai seorang putri  setulus ia menghargai ratunya, ibunya. Tidak seperti kebanyakan yang hanya datang  di saat manis dan pergi di kala bosan. Tapi kamu... mampu mengubah semua pandanganku tentang itu. Kamu yang berani memberi keputusan tapi tidak di atas janji. Kamu yang menyadarkanku bagaimana indahnya rasa suci y…

Logika dan Cinta

Aku melemah. Otak ku melemah. Tidak ingin bekerja. Berhenti. Semua logika ku lumpuh, pemikiranku tumpul. Hati enggan bekerja sama dengan logika. Keduanya saling bertentangan. Melawan satu sama lain. Hati tertuju pada satu fokus. Otak mulai mengikuti. Bagian yang lain menghalangi. Otak berhenti dan tidak mau lagi mengikuti hati. Hati memaksa. Mereka benar benar bertengkar karena dua tujuan fokus yang berbeda. Cinta melumpuhkan logika. Logika melawan. Masa depan, cita-cita, harapan, keinginan, Semua tidak bisa direlakan. Semua harus tetap dipertahankan dan dicapai. Aku tidak suka apa pun yang melumpuhkan logika. Semua karena kau,
Aku mencoba memahami rasa ini.
Perlahan aku bisa menerimanya
*A

Korea? Why do I love it?

Assalamualaikum, Good morning guys, Morning? Ya, well ini dini hari sebenernya. Dan aku punya banyak pikiran yang tiba-tiba muncul. Bukan hal yang terlalu penting mungkin, pasalnya topik postingan kali ini yaitu mengenai hobi, kesukaan, dan hal yang selama ini buat aku keliatan “tergila-gila”. Tentang apa? Well, it’s about K-POP! Ya, K-POP. Jadi, suatu waktu ada seseorang yang tanya, “kamu kenapa suka Korea?”. Jujur, waktu itu rasanya aku nggak bisa ngomong apa-apa. Rasanya semua alasan yang selama ini aku simpan tersembunyi dibalik gugupnya aku akan pertanyaan itu (haha, alay kan, ya ini sih gara-gara yang nanya bukan orang biasa wkwk). Kenapa? Karena apa? Karena mereka ganteng? Karena oppa-oppa keren sangat? Ya, ini mungkin salah satu alasannya. Tapi percayalah, tampilan luar cuma bisa menarik sebentar aja. Mereka keren? Ya, mereka keren. Lebih keren dari apa yang ada di wajah mereka. Salah satu yang aku kagumi dari Korea adalah mereka serius mengembangkan bakat anak-anak remaja…