Langsung ke konten utama

He's Comeback


He’s Comeback
Author : Me a.k.a Risna Rahmawati :)

Ini FF keduaku, tapi masih dalam proses belajar hehe ^^ jadi, maaf sebelumnya jika banyak kesalahan atau tulisan yang belum ter-edit. Karena kemarin aku baru membaca note sepupuku tentang "Letter for Hanggeng Oppa", otakku jadi lebih ekstra memikirkan Hanggeng oppa #ahAkuLebay >.< hahaha .. yang jelas tiba-tiba saja aku berkhayal tentang suatu keadian dan ku buat cerita. Oke, maaf saya terlalu banyak bicara, langsung saja baca ne ^^ sekali lagi jika banyak terjadi kesalahan.

Cast:
Aku a.k.a you
Hyunri a.k.a sepupumu
Lin Ah a.k.a couplemu
jika ada kata kami bertiga, itu berarti kamu, Couplemu, dan Sepupumu. 

PART I
“Harumnya, hyung cepatlah masaknya!”
“Ne, bantu aku!”
“Aish, Kyu, kau ini jangan hanya bicara. Ayo, bantu kami!”
“Ahh .. baiklah”
Aku hanya tersenyum. Menikmati keributan yang terjadi. Aku menatap coupleku, Park Lin Ah dan Cho Hyunri. Kami tertawa kecil.
Potongan puzzle hidup ini, aku tidak tau akan benar-benar menemukannya. Pergi bersama empat belas orang namja yang selama ini hanya aku bisa lihat di foto, televisi, internet, dan majalah. Namja  yang selalu melangkahkan kakinya dalam mimpi dan meninggalkan jejak pikiran saat aku terbangun. Namjayang kadang mengesalkanku karena telah membangunkan rasa rinduku. Haha, apa aku terlalu berlebihan? Biarkan saja, memang seperti itu. Tetapi, bagaimanapun mereka yang selalu menjadi inspirasi untukku. Mereka juga yang selalu menarik bibir ini menjadi senyuman. Mereka itu supermanku,angelku, evilku, snow whiteku, Cinderellaku, mochiku, dan semua yang belum aku sebutkan tapi selalu tertulis dalam pikiranku.
Oh, aku sampai lupa mengatakan dimana kami sekarang. Ini liburan musin panas di Korea. Super Junior sedang dapat hari libur. Aku, couple, dan sepupu menyempatkan untuk pergi ke Korea. Ini cahaya terang dari mimpi kami. Waktu yang pas untuk mewujudkan hasrat. Ternyata Tuhan memang baik, Tuhan memberikan bonus untuk kami. Kami pergi berlibur ke pantai dengan superman kami. Menakjubkan. Aku percaya, keajaiban memang akan selalu datang.
Hmm, ternyata oppa-oppa ini sangat aktif berbicara. Sejak mulai memasak tadi ada saja hal yang mereka peributkan. Kami –aku, couple, dan sepupuku- hanya tertawa melihat mereka.
Tapi, ada satu yang aku khawatirkan. Kemana satu namja itu? Apa dia akan mengabulkan permintaanku? Ah, benar-benar harap-harap cemas. Sebelumnya, kami bertiga berhasil merayu Kim Kibum oppa untuk mengikuti liburan ini. Hasilnya memuskan. Kemudian kami meminta Tan Hanggeng oppa juga untuk ikut. Sangat susah menghubunginya mengingat oppa yang berada di Cina, tapi kami berhasil menghubunginya. Tinggal menunggu keputusannya.
Tanpa sepengetahuan Hyunri dan Lin Ah aku mencari nomor handphone Hanggeng oppa. Aku lebih ingin memberikan kejutan untuk mereka semua. Termasuk sepupu dan coupleku itu. Apa aku curang? Hahaha .. jeongmal mianhae. Setelah Hanggeng oppa benar-benar datang, aku akan membagi nomorhandphonenya pada mereka.
Aku tidak tau apakah yang kulakukan mengganggu Hanggeng oppa atau tidak. Aku selalu mengiriminya pesan sejak seminggu yang lalu yang isinya memohon agar ia bisa datang dan mengabulkan keinginanku. Aku mengiriminya pesan hampir setiap menit. Kebetulan empat hari lalu oppa mengadakan konser di Korea. Tentu saja kami datang. Dan lagi, diam-diam aku sempat pergi untuk menemui Hanggeng oppa tanpa Hyunri dan Lin Ah. Aku kembali meminta oppa  untuk datang.
Mianhae, tapi aku di Korea hanya hingga hari ini. Untuk konser ini.”
Aku terdiam. Napasku mulai sesak. Butiran kecil di mata ini memberontak ingin keluar. Rasa kecewa itu datang. Pandanganku mulai kabur. Aku menundukan kepalaku, tidak ingin oppa melihat air yang jatuh dari lubang mata ini. Aku tidak dapat menahannya lagi.
“Sudah lama aku merindukan oppa. Aku ingin melihat oppa bersama lagi dengan yang lainnya. Aku, sudal lama aku menginginkan kesempatan ini. Aku tau ini tidak mungkin, tapi aku selalu percaya adahappy endingOppa, jika kau bisa, tolong luangkan waktumu untuk hari itu. Aku bertiga datang dari Indonesia hanya untuk ini. Kami ingin bersama semua superman. Aku tidak tau apakah aku memiliki kesempatan lagi untuk pergi kemari dan bertemu kalian. Aku tidak tau apa aku masih diberi kesempatan untuk hidup di hari ke depan. Aku hanya ingin satu itu dalam hidupku. Aku percaya happy ending, oppa. Ku mohon datanglah jika kau bisa.” Kataku. Masih menundukkan kepalaku kemudian pergi tanpa menatap wajah Hanggeng  oppa.

~~~~~~~

TBC 
kritik atau komentar diterima :)Gomawo sudah membaca ^^

Postingan populer dari blog ini

Korea? Why do I love it?

Assalamualaikum, Good morning guys, Morning? Ya, well ini dini hari sebenernya. Dan aku punya banyak pikiran yang tiba-tiba muncul. Bukan hal yang terlalu penting mungkin, pasalnya topik postingan kali ini yaitu mengenai hobi, kesukaan, dan hal yang selama ini buat aku keliatan “tergila-gila”. Tentang apa? Well, it’s about K-POP! Ya, K-POP. Jadi, suatu waktu ada seseorang yang tanya, “kamu kenapa suka Korea?”. Jujur, waktu itu rasanya aku nggak bisa ngomong apa-apa. Rasanya semua alasan yang selama ini aku simpan tersembunyi dibalik gugupnya aku akan pertanyaan itu (haha, alay kan, ya ini sih gara-gara yang nanya bukan orang biasa wkwk). Kenapa? Karena apa? Karena mereka ganteng? Karena oppa-oppa keren sangat? Ya, ini mungkin salah satu alasannya. Tapi percayalah, tampilan luar cuma bisa menarik sebentar aja. Mereka keren? Ya, mereka keren. Lebih keren dari apa yang ada di wajah mereka. Salah satu yang aku kagumi dari Korea adalah mereka serius mengembangkan bakat anak-anak remaja…

Lights is what I like

Ni Hao,
Kali ini saya ingin share tentang apa yang saya suka nih,
Semua orang pasti punya sesuatu yang disukai kan? Tentu saja. Itu yang membuat kita bahagia di tengah kesedihan.
Nah, salah satu yang saya suka adalah cahaya atau sinar. Cahaya itu sesuatu yang menyala. Selalu bersinar dan indah. Saya suka sekali cahaya. Baik cahaya lampu, cahaya lilin atau bahkan cahaya kunang-kunang.
Semua berawal saat saya sedang membutuhkan banyak motivasi. Disaat-saat tertentu saya seringkali merasa tertekan atau merasa dikejar-kejar sesuatu yang bernama waktu. Saya akui, dulu saya memang seseorang yang mungkin sulit untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Mungkin itu yang membuat saya tertekan. Tetapi, saat ini saya sedang memperbaiki management waktu saya dan Alhamdulillah mulai merubah sikap boros waktu saya. 
Disaat tertekan saya seringkali mencari motivasi, motivasi yang saya bangun dari diri saya sendiri dan dari beberapa motivator atau beberapa idola saya. Saya sering diam di dalam kamar dengan cah…

Dia Bukan Bulan

Dulu aku pikir dia bulan. Ternyata bukan. Dia hanya bias cahaya yang akan pergi menghilang ketika aku mematikan flashku.

Karena bulan bulan tidak akan pernah pergi, jadi kamu bukan bulan.

Aku rasa aku sudah menyia-nyiakan waktuku untuk sebuah bias.

Tapi, aku tidak menyesal. Karena pada akhirnya aku tahu, tidak semua rasa yang menggebu-gebu itu kau butuhkan.

Pada akhirnya, setelah kamu begitu, aku jadi sadar akan banyak tanda.

Pada akhirnya juga aku sadar, air mataku yang pernah jatuh bukan sepenuhnya karenamu atau untukmu.

Penghakimanku terhadap diriku sendiri, pemaksaanku terhadap hatiku sendiri, dan ambisiku untuk menghilangkan trauma -semua kekhilafan yang pernah aku lakukan dulu- aku baru sadar jika air mataku jatuh karena hal-hal itu.

Sekarang, tidak akan seperti itu lagi. The past is in the past. Good bye!

Kita mungkin akan bertemu lagi, tapi hatiku dan caraku memandangmu tidak akan pernah sama seperti dulu. Jadi, Good Bye!