Langsung ke konten utama

He's Comeback (part II)


PART 2 (Last part)



“HEEYY!!!”
 Aish, oppa-oppa ini sangat suka berteriak ne? ah, tidak. Mereka sengaja mengejutkanku. Sialnya mereka berhasil. Tawa puas pun terdengar. Termasuk Lin Ah dan Hyunri. Mereka semua tertawa terbahak-bahak. Tentu saja tawa si Evil oppa yang paling keras. Ah, aku malu.
“Siapa yang kau pikirkan selain aku?” ejek Kyuhyun oppa.
Ah, hanya karena dia tau bahwa biasku adalah dia, dia langsung mengejekku seperti itu.
Ya!! Biarkan saja.” Jawabku cuek. Ini satu lagi nikmat Tuhan. Sangat menyenangkan, saat bersama orang yang kita sayang, ejekkan pun bisa terdengar seperti pujian yang indah saat didengar.
Semua kembali tertawa. Lagi-lagi tertawa dan lagi-lagi aku merasa senang. Mereka kembali melanjutkan aktifitas. Suasana kembali seperti semula.
Handphoneku bergetar tanda pesan masuk. Segera kubuka pesan itu. Pesan itu berhasil membuat jantungku berdetak lebih kencang, bola mata dengan sempurna terbuka lebar, dan rasa senang yang tidak bisa diungkapkan datang.
Pesan dari Hanggeng oppa.
“Aku datang. Aku sudah sampai di depan vila kalian.”
“Oppa tunggu di situ, aku akan segera ke sana.” Jawabku.
“Aku pergi sebentar.” Pamitku terburu-buru.
Aku berlari hingga akhirnya aku melihat seorang namja berpakaian putih, bercelana pendek, dan berkaca mata hitam sedang berdiri di depan vila. Aku tersenyum dan menambah kecepatan lariku. Namja itu membalikkan badan. Aku langsung memeluknya. Napasku masih terengah-engah.
Oppa, kau sungguh datang.” Ucapku masih memeluknya. Aku benar-benar merindukannya.
Aku rasakan tangannya balas memelukku.
Ne. Kau kenapa berlari, huh? Bagaimana jika terjatuh?”
“Saat kedatangan orang yang sangat aku tunggu, aku tidak bisa berjalan. Aku hanya bisa berlari. Oppa, jeongmal gomawo.” Kataku sambil melepaskan pelukannya.
Kajja, kita masuk, oppa.”
Aku menggenggam tangan Hanggeng oppa. Aku tidak mau Hanggeng oppa pergi lagi. Bisa saja, kan dia datang lalu sedetik kemudian pergi lagi. Haha, apa aku berlebihan? Apa aku terlalu protective? Bagaimana tidak, oppa adalah seorang artis dengan jadwal yang sangat padat. Bisa saja dia hanya datang hanya karena mampir lalu pergi lagi. Aku tidak mau itu terjadi. Walaupun dia terlihat membawa tas. Aku berharap tas itu berisi baju dan dia akan bersama kami di sini hingga liburan ini selesai.
“Tunggu, aku ingin memesan kamar dulu.” Ucapnya saat kami sampai di loby.
“Ah, ne.”
Sepertinya dia benar-benar akan bersama kami hingga liburan selesai. Aku berharap begitu.
Setelah selesai, tanpa pergi ke kamarnya Hanggeng oppa terlebih dahulu, aku langsung membawanya ke pantai tempat kemi memasak. Aku masih menggenggam tangan Hanggeng oppa.
“Aku kembali.” Ucapku setelah sampai di pantai.
“Ne,” jawab mereka singkat tanpa menoleh. Mereka masih saja sibuk memasak. Aish, sesibuk itukah? Sepertinya saat aku membantu tadi hingga meninggalkan mereka, masakannnya sudah hampir selesai, tapi kenapa mereka lebih sibuk sekarang?
“Aku kemabali.” Ucapku lagi dengan nada sedikit keras.
“Aish, kau ini dari ma .. “ tanya Heechul oppa namun terhenti.
Member yang lain dan juga Park Lin Ah serta Cho Hyunri menghentikan aktifitasnya. Sepertinya mereka penasaran dengan apa yang membuat Heechul oppa menghentikan kata-katanya. Mereka menoleh ke  arah Heechul oppa kemudian mata mengikuti arah pandang Heechul oppa. Mereka membalikkan badan. Mereka mematung. Diam seakan tidak percaya pada pandangan mereka. Aku hanya menatap mereka bingung dan penuh tanya. Hingga akhirnya Leeteuk oppa tersadar. Ia menengok ke kanan kiri dan memandang dongsaengnya.
“Hei, apa yang kalian lakukan. Berhenti berkhayal dan lanjutkan masak.” Katanya.
Yang lain pun menuruti. Mereka membalikkan badan lagi dan melanjutkan aktifitas kecuali Heechul oppa yang masih menatap takpercaya. Dia masih terpaku. Sedangkan aku masih berdiri di samping Hanggeng oppa. Apa ini? apa mereka tidak ingin Hanggeng oppa kembali? Apa mereka melupakan Hanggeng oppa? ah, aku terbalut dalam pikiranku sendiri.
“Sepertinya aku terlalu merindukannya hingga melihat bayangannya di sini.” Kata Leeteuk oppa kemudian.
Hyung, sepertinya itu bukan bayangan.” Kata Kibum oppa.
“Apa yang kalian bicarakan? Ini … ini sungguhan,” kata Heechul oppa yang sepertinya sudah tersadar dari syoknya.
Aku tersenyum. Kibum oppa membalikkan tubuhnya diikuti dengan yang lainnya termasuk Park Lin Ah dan Cho Hyunri.
“Ini benar-benar nyata.” Kata Leeteuk oppa lagi. Mereka pun berlari menghampiri Hanggeng oppa. Hyunri dan Lin Ah juga iktu berlari.
“Saatnya makan!!!” ucap Kyuhyun oppa setelah masakkannya matang. Sepertinya dia benar-benar kelaparan.
Hyung, kau harus makan yang banyak. Ini sangat enak. Ini buatan kami.” Kata Kyuhyun oppa sambil menepuk pundak Hanggeng oppa yang duduk di sebelahnya.
“Ne, Kyu.” Jawab Hanggeng oppa sambil mengacak rambut dongsaengnya itu.
Hyung, hentikan! Rambutku berantakkan.” Jawab Kyuhyun oppa  cemberut.
Dan akhirnya hari ini aku, Hyunri, dan Lin Ah menghabiskan waktu dengan lima belas superman. Semuanya lengkap. Kami bertiga cukup puas dengan rayuan kami yang bisa mengajak Kibum dan Hanggeng oppa kembali. Hari ini dan tiga hari ke depan kami akan menghabiskan waktu dengan Super Junior formasi lengkap!!
Puzzle akan berkaitan satu sama lain. Puzzle yang indah akan selalu berkaitan dengan puzzle indah lainnya. Aku harap puzzle indah hidup ini akan terus berkaitan. Jika memang hal buruk akan terjadi, aku berharap puzzle buruk tidak akan merusak puzzle indah. Biarkan puzzle buruk membuat kaitannya sendiri. Yang indah harus tetap indah, yang buruk? Jangan biarkan dia menghancurkan yang indah.
Harapan adalah cahaya suci dari pikiran manusia yang akan diterima oleh Tuhan di atas sana. Tuhan akan menerimanya kemudian mengabulkannya untuk manusia yang berusaha. Aku yakin ELF akan berusaha menjaga Super Junior, kemudian Tuhan mengabulkan harapan itu.  

Pos populer dari blog ini

Epic Dream

Mimpi. Mereka bilang, jika kau bermimpi tentang seseorang, maka jiwamu sedang bertemu dengan jiwa seseorang yang kau mimpikan. Sebagian lainnya mengatakan, jika kau memimpikan seseorang, itu pertanda seseorang yang kau mimpikan itu sedang memikirkanmu sebelum ia terlelap.

Banyak sekali yang mereka katakan tentang mimpi. Bermimpi dan dimimpikan. Bagiku, mimpi adalah sebuah perjalanan bersejarah yang tidak pernah bisa aku ungkapkan secara menyeluruh. Tidak bisa aku siratkan maksudnya meskipun aku berkata secara gamblang. Bagiku, cerita-cerita itu tetap terkubur dalam bersama perasaanku, meskipun aku telah membaginya. 
Mimpi seolah menjadi jejak, menjadi potongan-potongan kisah kita yang belum pernah terwujud. Belum. Dan aku tidak pernah tau, mungkinkah ini akan terwujud? Mungkinkah? Sedang kita terpisah jarak bermil-mil jauhnya. Terpisah rentang waktu yang juga mendukung jarak pisah kita. Juga, Haru, semua seolah mendukung jarak yang entah jauh, entah sangat dekat.
Mimpi. Bagaimana kita…

Hujan

Hujan. Ini bukan tentang apa yang kamu suka, bukan juga tentang apa yang aku suka.  Tapi, ini ini tentang apa yang kita suka. Hujan. Kau tau? Aku tidak membenci hujan, meski hujan membuatku basah kuyub. Aku tidak juga membenci hujan, meski kadang kedatangannya bersama petir yang aku takuti.
Aku menyukai hujan jauh sebelum aku mengenalmu. Bagiku, hujan itu seperti rintikkan semangat yang turun untuk terkabulnya harapan dan cita-citaku. Ya, semangatku bukan teriknya matahari. Tapi, hujan yang turun dengan damainya ke tanah atau jalanan yang aku tapaki.
Aku masih menyukai hujan hingga aku mengenalmu dan perlahan memahami.  Perlahan paham jika hujan juga sudah merebut tempat di hatimu.
Aku tidak tau tentang apa yang membuatmu menyukai hujan.  Aku tidak tau tentang apa yang kau sukai dari hujan.  Aku masih tidak tau tentang 'hujan dan kamu'.
Aku tidak pernah membenci hujan. Sejak saat itu. Sejak aku pertama kali jatuh cinta pada gelapnya awan. Tetap tidak, saat aku mengenalmu. Dan …

Sweetest Story Ever Written

Kopi itu pahit. Dan romantismu itu seperti kopi. Iya, hanya orang-orang yang memahaminya yang bisa merasakan manisnya. Ya, seperti itu lah kamu.

Kamu, pangeran yang bahkan tidak pernah terbayangkan olehku bagaimana kita bisa saling bertemu. Kamu, orang yang membuat diriku terus mengulang alur dari pengenalan hingga alur kita di saat ini. Kamu, orang yang mengajariku untuk bersabar melihat klimaks dari cerita kita bersama-sama hingga bagaimana akhir dari cerita ini nanti akan ditulis. Kamu... yang berhasil menyita seluruh kekaguman yang pernah aku berikan pada orang lain sebelummu. Kamu... yang pada akhirnya membuatku percaya jika masih ada pangeran baik-baik yang akan menghargai seorang putri  setulus ia menghargai ratunya, ibunya. Tidak seperti kebanyakan yang hanya datang  di saat manis dan pergi di kala bosan. Tapi kamu... mampu mengubah semua pandanganku tentang itu. Kamu yang berani memberi keputusan tapi tidak di atas janji. Kamu yang menyadarkanku bagaimana indahnya rasa suci y…